
Makassar, 9 Juli 2026 – Rumah Sakit Tk. II Pelamonia melaksanakan Survei Akreditasi Rumah Sakit yang diselenggarakan selama tiga hari, mulai tanggal 7 hingga 9 Juli 2026, sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, keselamatan pasien, serta tata kelola rumah sakit sesuai Standar Akreditasi Rumah Sakit (STARKES).

Rangkaian kegiatan diawali pada 7 Juli 2026 dengan survei secara daring (online) melalui Video Conference (Vicon) yang berlangsung di Aula Abinaya Rumkit Tk. II Pelamonia. Kegiatan pembukaan dihadiri oleh Kepala Kesehatan Daerah Militer (Kakesdam) XIV/Hasanuddin Kolonel Ckm dr, Nugraha Witjaksana,Sp.M, Karumkit Tk. II Pelamonia dr. Subarkat Bangun Satoto, Sp.PK , pejabat struktural, Ketua Tim Akreditasi, para Kepala Staf Medis Fungsional (SMF), kepala instalasi, serta seluruh personel Rumkit Tk. II Pelamonia. Pada hari pertama, Tim Surveior melaksanakan pembukaan survei, presentasi profil rumah sakit dan upaya peningkatan mutu serta keselamatan pasien, wawancara pimpinan rumah sakit, serta konfirmasi terhadap regulasi dan dokumen akreditasi yang telah disiapkan melalui aplikasi SIDOKAR.

Selanjutnya, pada 8–9 Juli 2026, kegiatan dilanjutkan dengan survei secara luring (onsite) di lingkungan Rumkit Tk. II Pelamonia. Pada tahapan ini Tim Surveior melakukan observasi lapangan, wawancara, simulasi, dan telusur implementasi standar akreditasi di berbagai unit pelayanan maupun unit penunjang sebagai bentuk verifikasi terhadap penerapan standar pelayanan di rumah sakit.
Survei akreditasi dipimpin oleh Ketua Tim Surveior, bapak Dr.dr. Aswar Amir, Sp.U., FISQua., CHAE., CHCCP, didampingi oleh bapak Dr.dr. Armanto Makmun, M.Kes., FISQua. Dan ibu Akhriyani Yahya, S.Kep., Ns., M.Kep.

Dalam sambutannya pada pembukaan survei, Karumkit Tk. II Pelamonia, Kolonel Ckm dr. Subarkat Bangun Satoto, Sp.PK, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada Tim Surveior yang telah hadir untuk melaksanakan proses penilaian akreditasi.
Lebih Lanjut Karumkit TK. II Pelamonia menyampaikan bahwa seluruh jajaran rumah sakit telah melakukan berbagai persiapan secara optimal, mulai dari penyempurnaan regulasi dan dokumen, peningkatan sarana dan prasarana, hingga penguatan kompetensi seluruh personel dalam memahami serta mengimplementasikan standar akreditasi.
“Kami berkomitmen untuk bersikap kooperatif, jujur, dan terbuka dalam menyajikan data maupun kondisi riil di lapangan. Setiap masukan dan rekomendasi dari Tim Surveior akan menjadi bahan evaluasi dalam meningkatkan mutu pelayanan Rumah Sakit Tk. II Pelamonia,” ujar Karumkit.
Karumkit juga mengajak seluruh personel untuk mendukung penuh jalannya survei dengan menunjukkan profesionalisme, disiplin, serta implementasi pelayanan yang sesuai standar. Menurutnya, survei akreditasi bukan sekadar proses penilaian, tetapi juga menjadi momentum pembelajaran dalam membangun budaya mutu dan keselamatan pasien yang berkelanjutan.
Sementara itu, dalam sambutannya, Ketua Tim Surveior, Dr.dr. Aswar Amir, Sp.U., FISQua., CHAE., CHCCP, menyampaikan apresiasi atas komitmen dan kesiapan seluruh jajaran Rumkit Tk. II Pelamonia dalam menghadapi proses survei akreditasi.
Beliau menegaskan bahwa akreditasi bukan hanya bertujuan memperoleh status kelulusan, tetapi merupakan proses pembinaan yang berkelanjutan dalam membangun budaya mutu, meningkatkan keselamatan pasien, serta memperkuat tata kelola rumah sakit.
“Pelaksanaan survei ini diharapkan berlangsung secara terbuka, objektif, dan kolaboratif sehingga dapat memberikan gambaran nyata mengenai implementasi standar akreditasi di Rumah Sakit Tk. II Pelamonia. Jadikan survei ini sebagai sarana evaluasi dan pembelajaran untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan,” ungkap dr. Aswar Amir.
Selama pelaksanaan survei luring, Tim Surveior melakukan telaah implementasi standar melalui observasi, wawancara, dan penelusuran di berbagai unit pelayanan, di antaranya rawat jalan, Instalasi Gawat Darurat (IGD), rawat inap, ruang intensif, kamar operasi, farmasi, CSSD, instalasi gizi, laundry, pengelolaan limbah, hingga evaluasi manajemen mutu, keselamatan pasien, dan manajemen risiko rumah sakit. Selain itu, survei juga mencakup simulasi penanganan keadaan darurat (code red) sebelum kegiatan ditutup dengan penyusunan laporan hasil survei dan pertemuan penutup.
Melalui pelaksanaan Survei Akreditasi KARS tahun 2026 ini, Rumkit Tk. II Pelamonia berharap dapat semakin memperkuat budaya mutu dan keselamatan pasien serta memperoleh masukan yang konstruktif untuk peningkatan kualitas pelayanan kesehatan secara berkelanjutan. Rumah sakit berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan yang profesional, aman, efektif, bermutu, dan berorientasi pada kepuasan pasien, sehingga tetap menjadi rumah sakit rujukan dan pilihan utama bagi prajurit TNI, PNS, keluarga besar TNI, serta masyarakat di wilayah Indonesia Timur.








