Poliklinik Rehabilitasi Medik

Sebagai rumah sakit militer tingkat II yang menjadi rujukan utama di wilayah Indonesia Timur, RS Pelamonia tidak hanya melayani prajurit TNI dan keluarganya, tetapi juga melayani masyarakat umum dan pasien BPJS Kesehatan. Instalasi Rehabilitasi Medik di rumah sakit ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi tubuh, mengurangi rasa sakit, dan meningkatkan kualitas hidup pasien yang mengalami cacat fisik, cedera, atau penyakit tertentu.

Layanan Utama Rehabilitasi Medik di RS TK.II Pelamonia

Instalasi ini didukung oleh tenaga profesional medis yang terdiri dari Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (Sp.KFR), fisioterapis, terapis okupasi, dan terapis wicara. Berikut adalah rincian layanannya:

1. Konsultasi Dokter Spesialis (Sp.KFR) Sebelum memulai terapi, pasien akan dievaluasi secara menyeluruh oleh Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik. Dokter akan mendiagnosis kondisi pasien dan menyusun program terapi yang paling tepat, aman, dan efektif sesuai dengan kebutuhan klinis.

2. Fisioterapi (Terapi Fisik) Fisioterapi berfokus pada pemulihan gerak dan fungsi tubuh. Layanan ini umumnya mencakup:

  • Terapi Latihan (Exercise Therapy): Latihan penguatan otot, peregangan, dan pelatihan keseimbangan.
  • Elektroterapi: Penggunaan arus listrik ringan (seperti TENS) untuk meredakan nyeri saraf atau otot.
  • Terapi Pemanasan (Diathermy / Ultrasound): Menggunakan gelombang suara atau panas untuk memperlancar sirkulasi darah, mengurangi ketegangan otot, dan mempercepat penyembuhan jaringan.

3. Terapi Okupasi Layanan ini bertujuan membantu pasien agar dapat kembali mandiri melakukan aktivitas sehari-hari (Activities of Daily Living / ADL). Terapi ini sangat penting bagi pasien pasca-stroke atau cedera berat untuk melatih kembali kemampuan motorik halus, seperti makan, berpakaian, atau menulis.

4. Terapi Wicara Ditujukan bagi pasien yang mengalami gangguan komunikasi, bahasa, atau gangguan menelan (disfagia). Kondisi ini sering dialami oleh pasien pasca-stroke, anak-anak dengan keterlambatan bicara (speech delay), atau pasien dengan trauma kepala.

5. Ortotik Prostetik (Alat Bantu Fisik) Sebagai rumah sakit tentara, RS Pelamonia juga memberikan perhatian khusus pada pemulihan pasca-trauma atau kecelakaan. Layanan ini meliputi pengukuran, pembuatan, dan penyesuaian alat bantu tubuh (seperti korset, brace) atau anggota gerak tiruan (kaki atau tangan palsu).

Kondisi yang Ditangani

Layanan Rehabilitasi Medik di RS Pelamonia menangani berbagai macam kasus dan penyakit dari berbagai bidang, di antaranya:

  • Neuromuskuler (Saraf dan Otot): Pemulihan pasca-stroke, cedera saraf tulang belakang, Bell’s Palsy (kelemahan otot wajah), dan penyakit Parkinson.
  • Muskuloskeletal (Tulang dan Sendi): Nyeri pinggang bawah (HNP/saraf terjepit), Osteoarthritis (pengapuran sendi lutut), nyeri bahu (frozen shoulder), serta pemulihan pasca-operasi tulang/patah tulang.
  • Pediatrik (Anak): Anak dengan Cerebral Palsy (lumpuh otak), gangguan tumbuh kembang, sindrom Down, dan autisme.
  • Kardiorespirasi (Jantung dan Paru): Latihan pernapasan dan kebugaran untuk pasien pasca-serangan jantung, asma, atau penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).
  • Geriatri (Lanjut Usia): Program pencegahan jatuh dan menjaga mobilitas bagi lansia.

Akses Layanan dan Pendaftaran

  • Jalur Pasien: Melayani pasien dari kalangan anggota TNI, PNS Kemhan dan keluarganya, pasien umum, asuransi swasta, serta peserta BPJS Kesehatan / JKN-KIS.
  • Prosedur BPJS: Bagi peserta BPJS, layanan ini bisa diakses dengan membawa surat rujukan dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (Puskesmas/Klinik) yang ditujukan ke Poli Rehabilitasi Medik RS TK.II Pelamonia.
  • Lokasi: RS TK.II Pelamonia terletak di Jl. Jend. Sudirman No.27, Makassar.

Dengan fasilitas yang komprehensif ini, RS Pelamonia berupaya memastikan setiap pasien mendapatkan perawatan berkelanjutan hingga dapat kembali beraktivitas di lingkungan masyarakat dengan optimal.

Skip to content