Radioterapi

Instalasi Radioterapi RS TK.II Pelamonia adalah pusat layanan onkologi (kanker) yang menyediakan terapi radiasi berteknologi tinggi untuk menghancurkan sel kanker dan menyusutkan tumor. Sebagai salah satu fasilitas kesehatan militer rujukan utama di wilayah Makassar dan Indonesia Timur, unit ini berkomitmen memberikan pelayanan kanker yang komprehensif, aman, dan presisi.

Layanan ini dikelola oleh tim multidisiplin yang terdiri dari Dokter Spesialis Onkologi Radiasi (Sp.Onk.Rad), Fisikawan Medis, Radioterapis (Radiographer), serta perawat khusus onkologi. Fasilitas ini terbuka untuk melayani prajurit TNI, keluarga besar TNI, pasien BPJS Kesehatan, maupun pasien umum.

Fokus dan Tujuan Terapi Radiasi

Layanan radioterapi yang diberikan disesuaikan dengan stadium kanker dan kondisi klinis pasien, dengan tiga tujuan utama:

  1. Kuratif: Bertujuan untuk menghancurkan sel kanker sepenuhnya dan menyembuhkan pasien.
  2. Adjuvan/Neo-Adjuvan: Diberikan sebelum operasi (untuk menyusutkan tumor agar mudah diangkat) atau setelah operasi/kemoterapi (untuk membunuh sisa sel kanker dan mencegah kekambuhan).
  3. Paliatif: Diberikan pada pasien kanker stadium lanjut untuk meredakan gejala yang mengganggu, seperti nyeri hebat akibat penyebaran (metastasis) ke tulang, atau menghentikan pendarahan, guna meningkatkan kualitas hidup pasien.

Cakupan Layanan dan Alur Penanganan Medis

Unit Radioterapi memberikan pelayanan terpadu mulai dari tahap diagnosis hingga evaluasi pasca-terapi. Berikut adalah rincian layanannya:

1. Konsultasi Onkologi Radiasi

Evaluasi awal oleh Dokter Spesialis Onkologi Radiasi untuk menentukan apakah terapi radiasi diperlukan, menentukan dosis yang tepat, dan merencanakan jadwal terapi berdasarkan rekam medis dan hasil patologi pasien.

2. Simulasi Radioterapi (CT Simulator)

Sebelum terapi dimulai, pasien akan menjalani pemindaian khusus menggunakan CT Simulator. Tujuannya adalah memetakan anatomi tubuh pasien secara 3 Dimensi (3D). Pada tahap ini, pasien diposisikan persis seperti saat terapi nantinya, dan alat fiksasi (seperti masker atau cetakan tubuh) dibuat agar pasien tidak bergerak selama radiasi berlangsung.

3. Perencanaan Terapi Komputerisasi (Treatment Planning System / TPS)

Data dari CT Simulator diproses oleh Fisikawan Medis dan Dokter Onkologi menggunakan perangkat lunak canggih (TPS). Di sini, tim merancang arah sinar radiasi dan mendistribusikan dosis secara presisi—memastikan tumor mendapatkan paparan radiasi maksimal, sementara organ sehat di sekitarnya terlindungi dengan baik.

4. Radioterapi Eksternal (External Beam Radiation Therapy / EBRT)

Pemberian radiasi dari luar tubuh yang diarahkan langsung ke area tumor menggunakan mesin pemercepat partikel linier (Linear Accelerator / LINAC). Teknik yang umumnya tersedia mencakup:

  • 3D-CRT (Three-Dimensional Conformal Radiation Therapy): Teknik radiasi yang pancaran sinarnya dibentuk menyesuaikan bentuk tiga dimensi dari tumor.
  • IMRT (Intensity-Modulated Radiation Therapy) / VMAT: Teknik tingkat lanjut yang memungkinkan pengaturan intensitas sinar radiasi secara bervariasi, memberikan tingkat presisi yang sangat tinggi, terutama untuk tumor yang berada di dekat organ vital (seperti kanker nasofaring, kanker prostat, atau tumor otak).

5. Pemantauan dan Perawatan Efek Samping

Selama siklus pengobatan berlangsung (biasanya dilakukan setiap hari kerja selama beberapa minggu), pasien akan dievaluasi secara berkala oleh tim medis untuk memantau respons tubuh terhadap radiasi dan menangani efek samping yang mungkin timbul, seperti peradangan kulit atau kelelahan.

Fasilitas Penunjang Layanan Onkologi Terpadu

Sebagai rumah sakit tingkat II, penanganan kanker di Instalasi Radioterapi Pelamonia tidak berdiri sendiri, melainkan didukung oleh fasilitas dan kolaborasi medis lainnya:

  • Tumor Board / Tim Kanker Terpadu: Diskusi kasus lintas spesialisasi yang melibatkan Dokter Bedah Onkologi, Dokter Penyakit Dalam (Hematologi-Onkologi Medik untuk kemoterapi), Spesialis Patologi Anatomi, dan Spesialis Radiologi untuk menentukan penanganan terbaik bagi pasien.
  • Fasilitas Kemoterapi: Integrasi layanan bagi pasien yang membutuhkan kombinasi pengobatan radiasi dan kemoterapi (kemoradiasi).
  • Dukungan Psikososial dan Gizi: Edukasi nutrisi dari ahli gizi klinis untuk mempertahankan daya tahan tubuh pasien selama masa radiasi.
Skip to content