Poliklinik Nyeri (Pain Clinic) di RS TK.II Pelamonia merupakan unit layanan medis spesialistik yang berfokus pada manajemen, diagnosis, dan terapi komprehensif untuk pasien yang mengalami nyeri akut maupun kronis. Layanan ini bertujuan untuk mengurangi rasa sakit, memulihkan fungsi fisik, dan meningkatkan kualitas hidup pasien, terutama ketika nyeri tidak lagi merespons pengobatan konvensional atau obat penghilang rasa sakit biasa.
Penanganan di fasilitas ini umumnya mengedepankan metode Interventional Pain Management (IPM). Pendekatan ini bersifat minimal invasif dan biasanya dipandu oleh alat pencitraan medis, seperti ultrasonografi (USG) atau fluoroskopi, untuk menargetkan langsung sumber penyebab nyeri secara presisi tanpa memerlukan operasi besar.
Kategori dan Jenis Penyakit yang Ditangani
Poliklinik Nyeri menangani berbagai spektrum kondisi medis yang memicu rasa sakit berkelanjutan. Berikut adalah jenis-jenis penyakit dan gangguan yang menjadi fokus penanganan utama:
1. Nyeri Tulang Belakang dan Leher
- Hernia Nukleus Pulposus (HNP): Kondisi yang umum dikenal sebagai saraf terjepit pada ruas tulang belakang yang menyebabkan rasa sakit menjalar hingga ke kaki atau tangan.
- Low Back Pain (LBP) Kronis: Nyeri punggung bawah berkepanjangan yang disebabkan oleh ketegangan otot, postur yang buruk, atau proses degenerasi tulang lansia.
- Cervical Syndrome: Nyeri pada area leher yang dapat menyebabkan rasa kebas, kesemutan, atau kaku yang menjalar ke bahu dan lengan.
2. Nyeri Sendi dan Otot (Muskuloskeletal)
- Osteoarthritis: Peradangan sendi kronis, paling sering terjadi pada lutut, panggul, atau bahu, yang disebabkan oleh penipisan tulang rawan.
- Frozen Shoulder: Kekakuan dan nyeri hebat pada sendi bahu yang secara drastis membatasi rentang pergerakan tangan.
- Myofascial Pain Syndrome: Nyeri kronis pada jaringan ikat pembungkus otot yang memicu titik picu (trigger points) rasa sakit lokal.
3. Nyeri Saraf (Neuropatik)
- Trigeminal Neuralgia: Rasa sakit hebat seperti tersetrum pada salah satu sisi wajah yang sering kali dipicu oleh aktivitas ringan, seperti mengunyah, berbicara, atau menyentuh wajah.
- Post-Herpetic Neuralgia: Nyeri saraf kronis parah yang menetap pada area kulit meskipun pasien sudah lama sembuh dari infeksi Herpes Zoster (cacar ular).
- Neuropati Diabetik: Kerusakan saraf perifer yang terjadi akibat komplikasi diabetes, menyebabkan rasa panas, tertusuk, atau kebas pada ujung kaki dan tangan.
4. Nyeri Kepala dan Wajah Kronis
- Migrain Refrakter: Sakit kepala berdenyut parah dan persisten yang sudah tidak lagi merespons obat pereda nyeri standar.
- Tension-Type Headache: Sakit kepala tipe tegang yang terasa seperti diikat kencang dan sangat mengganggu rutinitas harian.
5. Nyeri Akibat Kanker (Cancer Pain)
- Rasa sakit kronis yang ditimbulkan langsung oleh pertumbuhan massa tumor yang menekan organ/saraf di sekitarnya, maupun nyeri yang muncul sebagai efek samping dari proses pengobatan kanker seperti kemoterapi atau radiasi.
Metode Pendekatan dan Tindakan Medis
Dalam menangani berbagai kondisi di atas, dokter spesialis di Poliklinik Nyeri menggunakan beberapa metode intervensi terarah, meliputi:
- Injeksi Intra-artikular: Penyuntikan obat antiinflamasi atau cairan pelumas sendi langsung ke dalam kapsul sendi untuk mengatasi peradangan dan nyeri sendi.
- Blok Saraf (Nerve Block): Injeksi anestesi lokal pada kelompok saraf tertentu untuk memblokir atau menghentikan sinyal nyeri sebelum sampai ke otak.
- Radiofrequency Ablation (RFA): Tindakan medis menggunakan arus listrik gelombang radio untuk memanaskan area kecil jaringan saraf dan menonaktifkan sementara saraf spesifik yang menghantarkan sinyal nyeri.
- Epidural Steroid Injection: Penyuntikan obat kortikosteroid ke dalam ruang epidural di sekitar sumsum tulang belakang untuk meredakan peradangan saraf yang terjepit.
- Terapi Medikamentosa Khusus: Pemberian, kombinasi, dan penyesuaian dosis obat-obatan analgetik atau adjuvan spesifik secara bertahap dan terpantau.

