Poliklinik Bedah Mulut

Berikut adalah penjelasan detail beserta cakupan layanan yang umumnya diberikan oleh poliklinik Bedah Mulut dan Maksilofasial di rumah sakit tingkat lanjut seperti RS TK.II Pelamonia. Informasi ini disusun dengan format profesional yang siap digunakan sebagai materi edukasi pasien atau konten informasi layanan digital.

Tentang Layanan Bedah Mulut dan Maksilofasial

Spesialisasi Bedah Mulut dan Maksilofasial (Sp.BM) adalah cabang ilmu kedokteran gigi yang berfokus pada diagnosis, tindakan bedah, dan penanganan kondisi yang melibatkan penyakit, cedera, serta kelainan pada rongga mulut, gigi, rahang, dan struktur wajah sekitarnya (maksilofasial).

Sebagai rumah sakit rujukan tingkat II, fasilitas kesehatan ini dilengkapi dengan peralatan medis mutakhir dan didukung oleh dokter spesialis bedah mulut yang kompeten untuk menangani kasus-kasus kompleks, baik secara rawat jalan di poliklinik maupun tindakan operatif di ruang bedah sentral dengan anestesi lokal maupun umum.

Daftar Layanan yang Diberikan

1. Odontektomi (Pencabutan Gigi Bungsu/Impaksi) Tindakan bedah minor untuk mengangkat gigi yang terpendam, tumbuh miring, atau tidak dapat tumbuh sempurna menembus gusi (impaksi). Kondisi ini sering kali memicu rasa sakit kronis, pembengkakan, hingga kerusakan pada gigi di sebelahnya.

2. Penanganan Trauma Maksilofasial (Cedera Wajah dan Rahang) Perawatan komprehensif untuk patah tulang (fraktur) pada area rahang atas (maksila), rahang bawah (mandibula), tulang pipi, serta luka robek pada jaringan lunak wajah akibat kecelakaan lalu lintas, cedera olahraga, atau trauma lainnya.

3. Penanganan Infeksi Odontogenik Tindakan medis dan bedah untuk menangani infeksi berat yang bermula dari masalah gigi dan menyebar ke area rongga mulut, wajah, hingga leher (seperti abses rahang atau abses leher dalam). Penanganan cepat sangat krusial untuk mencegah komplikasi penyumbatan jalan napas.

4. Pengangkatan Kista dan Tumor Rongga Mulut Diagnosis, biopsi, dan tindakan pembedahan untuk mengangkat kista atau tumor jinak yang tumbuh di area gusi, rahang, lidah, atau mukosa mulut. Layanan ini juga mencakup deteksi dini kelainan yang mengarah pada tumor ganas (kanker rongga mulut).

5. Bedah Pra-Prostetik Tindakan bedah yang dilakukan untuk mempersiapkan rongga mulut dan tulang rahang sebelum pemasangan gigi tiruan (protesa) atau implan gigi. Tujuannya adalah untuk membentuk kontur tulang rahang yang optimal agar gigi tiruan dapat terpasang dengan nyaman dan stabil.

6. Penanganan Kelainan Kongenital (Celah Bibir dan Langit-langit) Tindakan operasi rekonstruksi untuk memperbaiki kelainan bawaan lahir seperti bibir sumbing (cleft lip) dan celah langit-langit (cleft palate), yang bertujuan untuk mengembalikan fungsi bicara, mengunyah, estetika wajah, dan psikologis pasien.

7. Terapi Gangguan Sendi Rahang (Temporomandibular Joint/TMJ Disorders) Diagnosis dan penanganan gangguan pada sendi yang menghubungkan rahang bawah dengan tengkorak. Keluhan ini biasanya berupa bunyi “klik” saat membuka mulut, rahang yang sering terkunci, sakit kepala, hingga rasa nyeri hebat saat mengunyah.

8. Ekstraksi Gigi dengan Penyulit Medis Layanan pencabutan gigi yang memerlukan pengawasan ketat, khususnya bagi pasien dengan kondisi penyakit bawaan atau komorbid (seperti hipertensi tinggi, diabetes melitus tidak terkontrol, atau kelainan pembekuan darah).

Fasilitas Pendukung Layanan

Untuk menunjang keberhasilan diagnosis dan terapi, layanan bedah mulut umumnya terintegrasi erat dengan berbagai fasilitas penunjang medis di rumah sakit, meliputi:

  • Radiologi Kedokteran Gigi: Fasilitas rontgen panoramik atau Cone Beam Computed Tomography (CBCT) 3D untuk melihat struktur tulang rahang dan posisi gigi secara presisi.
  • Ruang Rawat Inap & Instalasi Gawat Darurat (IGD): Layanan siaga 24 jam untuk kasus trauma wajah dan pendarahan/infeksi gigi berat.
  • Tim Anestesiologi: Kolaborasi dengan dokter spesialis anestesi untuk tindakan bedah mayor yang memerlukan bius total (general anesthesia) demi kenyamanan dan keselamatan pasien.
Skip to content