Pengenalan Poliklinik Bedah Digestif
Poliklinik Bedah Digestif adalah layanan medis subspesialis dari bedah umum yang secara khusus berfokus pada diagnosis, penanganan operatif (pembedahan), dan perawatan penyakit serta gangguan yang terjadi pada sistem pencernaan (gastrointestinal).
Sebagai rumah sakit rujukan tingkat lanjut, RS TK.II Pelamonia memiliki fasilitas dan dokter spesialis bedah konsultan digestif (Sp.B-KBD) yang menangani kasus-kasus saluran pencernaan mulai dari tingkat dasar hingga kasus kompleks.
Sistem pencernaan yang menjadi fokus penanganan poliklinik ini mencakup:
- Kerongkongan (Esofagus)
- Lambung (Gaster)
- Usus Halus dan Usus Besar (Kolon)
- Rektum dan Anus
- Hati (Hepar)
- Kantung dan Saluran Empedu
- Pankreas dan Limpa
Klasifikasi dan Jenis Penyakit yang Ditangani
Berikut adalah pengelompokan jenis penyakit dan gangguan medis yang ditangani secara spesifik oleh Poliklinik Bedah Digestif:
| Kategori | Jenis Penyakit / Gangguan | Deskripsi Singkat |
| Keganasan (Kanker & Tumor) | Kanker Kolorektal (Usus Besar & Rektum) | Pertumbuhan sel ganas di usus besar atau rektum yang sering memerlukan tindakan reseksi (pemotongan) usus. |
| Kanker Lambung dan Esofagus | Tumor ganas pada saluran cerna atas yang mengganggu proses menelan dan pencernaan makanan. | |
| Kanker Hati dan Pankreas | Keganasan pada organ padat yang bertugas memproduksi enzim pencernaan dan menyaring racun. | |
| Gangguan Empedu & Hati | Batu Empedu (Kolelitiasis) | Endapan keras di dalam kantung empedu yang dapat menyumbat saluran dan menyebabkan nyeri hebat. |
| Radang Kantung Empedu (Kolesistitis) | Infeksi dan peradangan akut pada kantung empedu yang seringkali mengharuskan pengangkatan kantung empedu. | |
| Infeksi & Peradangan Akut | Radang Usus Buntu (Apendisitis) | Peradangan pada usus buntu yang merupakan kondisi darurat dan membutuhkan tindakan operasi segera (apendiktomi). |
| Peritonitis | Infeksi parah pada selaput rongga perut (peritoneum), biasanya terjadi akibat usus atau lambung yang bocor/pecah. | |
| Kelainan Anorektal (Area Anus) | Wasir (Hemoroid) | Pembengkakan pembuluh darah di area rektum bawah atau anus yang memerlukan tindakan bedah jika sudah parah. |
| Fisura dan Fistula Ani | Robekan (fisura) atau terbentuknya saluran abnormal (fistula) di sekitar anus akibat infeksi kronis. | |
| Abses Perianal | Penumpukan nanah yang menyakitkan di daerah sekitar anus akibat kelenjar yang tersumbat dan terinfeksi. | |
| Gangguan Struktural & Mekanis | Hernia (Turun Berok) | Penonjolan organ (biasanya usus) melalui celah otot atau jaringan dinding perut yang melemah. |
| Obstruksi Usus (Ileus) | Penyumbatan parsial atau total pada usus halus atau usus besar yang menghentikan pergerakan makanan dan cairan. | |
| Akhalasia | Kelainan di mana otot cincin kerongkongan tidak bisa rileks, membuat pasien kesulitan menelan cairan maupun makanan padat. |
Metode Tindakan Pembedahan
Untuk menangani berbagai penyakit di atas, layanan bedah digestif umumnya menerapkan dua pendekatan utama:
- Bedah Terbuka (Laparotomi): Metode pembedahan konvensional dengan membuat sayatan yang cukup besar pada dinding perut. Ini umumnya dilakukan untuk kasus-kasus trauma perut yang berat, penyebaran kanker yang luas, atau situasi gawat darurat yang sangat kompleks.
- Bedah Minimal Invasif (Laparoskopi): Teknik pembedahan modern yang menggunakan alat khusus berupa tabung berkamera kecil (laparoskop) dan instrumen bedah yang dimasukkan melalui sayatan-sayatan sangat kecil (sekitar 0,5 – 1 cm) di dinding perut. Laparoskopi menawarkan keunggulan berupa rasa nyeri pasca-operasi yang jauh lebih ringan, bekas luka yang minimal, dan masa rawat inap serta pemulihan yang lebih cepat.

